Fruliandona

Sehat Itu Mahal

Jakarta 5 Maret 2019

Kamis 28 Februari 2019 saya merasakan sakit perut yang luar biasa pada bagian bawah kanan entah kenapa hal ini bisa terjadi, sempat terpikirkan bila ini diakibatkan oleh tidak lancarnya BAB. Tepat pada pukul 1 siang sakit nya semakin menjadi-jadi, sambil menahan sakit saya pun memaksakan pergi menggunakan motor untuk kedokter periksa bagaimana keadaan perut saya ini.

Setibanya di Rumah sakit saya menceritakan bagaimana keadaan saya, alhasil saya mendapat diagnosa bila itu usus buntu, wow saya kaget sekali bagaimana hal ini bisa terjadi, namun sang dokter tidak bisa melakukan operasi maka saya dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, dalam hati saya ingin pergi kerumah sakit Persahabatan biar dekat dengan rumah bila terjadi apa-apa.

Dalam perjalanan sakit perut pun semakin menjadi dan saya belok ke RS PGI CIKINI disini saya bertemu dengan dokter Togar Simajuntak, dari paras wajah nya saya bisa melihat bila beliau ini sudah memiliki jam terbang yang panjang, tanpa ragu beliau langsung memegang perut bagian bawah saya dan melakukan tindakan normalnya mengindikasi apakah Usus Buntu atau tidak, tak lama berselang beliau pun menyuruh saya untuk melakukan pemeriksaan kembali di Lab baik itu darah dan juga USG.

Hasil lab pun keluar saya pun lekas bergegas untuk memberikan bagaimana hasilnya, dan saya dinyatakan harus dirawat untuk dilakukan observasi hal itu dilakukan karena saya didapati ada Kista di Ginjal selebar 4 CM dan usus buntu nya tidak terlihat karena tertutup sementara yang lain baik-baik saja, selain dari pada itu hasil lab darah saya ternyata sangat bagus sehingga dipastikan bila saya tidak mengalami Usus Buntu.

Setelah 2 hari saya dirawat dokter Togar pun mengambil kesimpulan bahwa Usus Buntu saya baik-baik saja meskipun sudah tidak 100% dan dia menyerahkan sisanya kepada ahlinya dokter Egi yang merupakan dokter Spesialis Ginjal beliau mengatakan kista yang terdapat dalam saya ini masih dalam tahap jinak tidak akan membahayakan asalkan rajin minum air putih dan tidak menahan buang air kecil.

Dibagian terakhir yang bikin kita was-was adalah bagian bayar-bayar, selama saya 48 jam berada di RS tersebut saya sudah menghabiskan uang sebesar Rp. 12.000.000 dalam hati gila kok ini bisa terjadi gampang banget buang uang sebanyak itu, rasa bersalah pun muncul karena sakit yang saya rasakan belum menjadi sesuatu yang berbahaya, namun disisi pihak saya pun bersyukur karena saya mengetahui terlebih dahulu bagaimana kondisi tubuh saya saat ini.

Disini saya sadar ternyata menjaga kesehatan itu murah hanya modal air putih, olah raga secukupnya, makan secukupnya untuk menjaga kondisi tubuh dalam keadaan fit.

Please follow and like us:
error

2 thoughts on “Sehat Itu Mahal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp chat